Untuk Temen-temen Terbaik
Ah, girls.
Aku nggak tau apa aku bisa bener-bener ngejelasin apa yang aku rasain.
Kalau ditulis dalam satu kata, intinya cuma kangen.
Tapi kangennya itu lho.
Ada hal-hal kecil, the daily everyday things yang kalian lakuin yang mbuat aku kangen.
*hiks...I got tears swelled up in my eyes right now*
Aku kangen...
Ngobrol-ngobrol bergaya sok tau sama Nat, I think we're both smart-asses, no?
Dan aku kangen apasia-mu Nat.
Believe me, I meant only the greatest compliment when I say your apasia bring the best in my day, weeks even.
Aku juga kangen ngomong tentang mimpi-mimpi, ketika kita lagi berada di negeri antah berantah dan tidak melihat apa yang terjadi di sini.
Aku kangen waktu-waktu kita ngomong tentang orangtua kita, tentang keluarga kita, tentang diri kita di masa depan nanti.
Aku lebih kangen lagi ama percakapan kita yang selalu aja lancar, I feel like I'm on default mode, without thinking when talking with you, and still we have the best of conversations.
Don't you think?
Aku juga kangen ama caramu menikmati hari-hari di musim panas, encourage me to be more agile and enjoy the sun. Dan sama jari-jari pisangmu, heheh.
Aku juga kangen ama matahari itu.
Bukan matahari itu yang aku dapetin di sini.
Di sini matahari bersinar terus tiap hari, dan ketika muncul entah kenapa tidak terlihat kuning indah, tapi oranye gelap. Selalu saja oranye gelap.
Museumplein, Waterlooplein, jalan-jalan sepanjang kanal-kanal, Tuchinski, bioskop-bioskop Pathe dan bioskop-bioskop kecil di sana, trem-trem dengan bunyi klining-klining yang dulu used to drive me crazy, museum-museum yang gonta-ganti exhibition, dan Von-del-park.
Vondelpark.
Vondelpark.
Vondelpark.
Dan Nina, I really miss talking to you.
Franz Ferdinand, Damien Rice, Jack Johnson, John Mayer, Scissor Sisters.
Aku kehilangan hal-hal itu di sini, dan aku belum nemuin orang yang bisa aku ajakin ngomong tentang itu.
Udah pernah denger 'The Libertines'? atau 'Le Tigre'?
Le Tigre keren lho, liat deh websitenya.
I miss being comforted by you, or seeing the way you comfort others.
Aku kangen ngeliat kamarmu yang teratur secara sempurna, buku-bukumu yang alphabetically ordered, cd-cd burn2anmu yang diatur dengan cara sama.
Aku kangen juga denger ceritamu tentang cowok-cowok keren yang kamu temuin di jalan, dan diam-diam kamu lihat dari jauh, and your helplessness for feeling not being able to do anything about it.
Aku juga kangen masa-masa kita duduk di depan tivi, males-malesan on weekends, mengagumi apapun yang dipakai Beyonce.
Dan, Pras.
Aku kangen banget denger diskusi-diskusi dan cerita-cerita kacaumu.
The way you know everything about anything keep amazes me.
Your views of the biggest issues in life has challenged me over the years. They help shaped me into who I am right now.
Titin juga.
Kapan kita bisa ketemu lagi ya, Tin?
Kayaknya kita sekarang udah so far apart, aku nggak tau gimana Indonesia bisa fit into your plan, dan aku belum tau kapan New York bisa fit into my plan.
Vitria juga, hiks.
Gak tau kenapa, tapi kok aku paling kangen denger your flirtatiousness ya?
Well ok, mungkin cerita-cerita para secret admirer yang selalu saja kacau itu.
Kayaknya kalo kita telpon-telponan, kita selalu mengakhiri kalimat satu sama lain dengan ketawa. Just talking to you is really fun.
Atas, still the sweetest girl that I have ever met, and I think that I will ever meet.
Gimana kabarmu sekarang?
Wish I could do more than that,
kayaknya kamu sendirian aja di sana menghadapi masalahmu?
Punyakah kamu teman berbagi?
Be tough ok.
Denny,
Aku sering mbayangin percakapan imajiner kita kalo kita ketemu deket-deket ini.
Or was it the old conversations that we had, and I rewind it again and again in my head?
That's how much I missed you, the reality and delusion melt into one.
I no longer know which is which.
Ina, Sandra, Dina, Dimas, Kuro juga. Kalian lagi pada ngapain sekarang?
Kapan ya kita semua bisa kumpul-kumpul lagi? Makan-makan pasta hasil urunan? Hasil masak gontok-gontokannya Prasma-Nina, dan pada menghindari tugas cuci piring afterwards :)
Atau menikmati the hazy summer afternoons di De Jaren.
Melihat serombongan turis.
Berbicara tentang hidup.
Terus keluar sampai tengah malam, or maybe more.
Baru bisa tidur jam 3 karena kepanasan.
Ternyata aku kangen juga ama summer, sama hari-harinya yang panjang, sore-sorenya yang indah waktu angin akhirnya datang, dan kita jadi kedinginan.
Entah kenapa aku lagi ngerasa tanpa teman sekarang.
Ngerasa young, inexperienced, ketinggalan, dan foolish.
Hiks.
Pada pulang dong :)
Aku nggak tau apa aku bisa bener-bener ngejelasin apa yang aku rasain.
Kalau ditulis dalam satu kata, intinya cuma kangen.
Tapi kangennya itu lho.
Ada hal-hal kecil, the daily everyday things yang kalian lakuin yang mbuat aku kangen.
*hiks...I got tears swelled up in my eyes right now*
Aku kangen...
Ngobrol-ngobrol bergaya sok tau sama Nat, I think we're both smart-asses, no?
Dan aku kangen apasia-mu Nat.
Believe me, I meant only the greatest compliment when I say your apasia bring the best in my day, weeks even.
Aku juga kangen ngomong tentang mimpi-mimpi, ketika kita lagi berada di negeri antah berantah dan tidak melihat apa yang terjadi di sini.
Aku kangen waktu-waktu kita ngomong tentang orangtua kita, tentang keluarga kita, tentang diri kita di masa depan nanti.
Aku lebih kangen lagi ama percakapan kita yang selalu aja lancar, I feel like I'm on default mode, without thinking when talking with you, and still we have the best of conversations.
Don't you think?
Aku juga kangen ama caramu menikmati hari-hari di musim panas, encourage me to be more agile and enjoy the sun. Dan sama jari-jari pisangmu, heheh.
Aku juga kangen ama matahari itu.
Bukan matahari itu yang aku dapetin di sini.
Di sini matahari bersinar terus tiap hari, dan ketika muncul entah kenapa tidak terlihat kuning indah, tapi oranye gelap. Selalu saja oranye gelap.
Museumplein, Waterlooplein, jalan-jalan sepanjang kanal-kanal, Tuchinski, bioskop-bioskop Pathe dan bioskop-bioskop kecil di sana, trem-trem dengan bunyi klining-klining yang dulu used to drive me crazy, museum-museum yang gonta-ganti exhibition, dan Von-del-park.
Vondelpark.
Vondelpark.
Vondelpark.
Dan Nina, I really miss talking to you.
Franz Ferdinand, Damien Rice, Jack Johnson, John Mayer, Scissor Sisters.
Aku kehilangan hal-hal itu di sini, dan aku belum nemuin orang yang bisa aku ajakin ngomong tentang itu.
Udah pernah denger 'The Libertines'? atau 'Le Tigre'?
Le Tigre keren lho, liat deh websitenya.
I miss being comforted by you, or seeing the way you comfort others.
Aku kangen ngeliat kamarmu yang teratur secara sempurna, buku-bukumu yang alphabetically ordered, cd-cd burn2anmu yang diatur dengan cara sama.
Aku kangen juga denger ceritamu tentang cowok-cowok keren yang kamu temuin di jalan, dan diam-diam kamu lihat dari jauh, and your helplessness for feeling not being able to do anything about it.
Aku juga kangen masa-masa kita duduk di depan tivi, males-malesan on weekends, mengagumi apapun yang dipakai Beyonce.
Dan, Pras.
Aku kangen banget denger diskusi-diskusi dan cerita-cerita kacaumu.
The way you know everything about anything keep amazes me.
Your views of the biggest issues in life has challenged me over the years. They help shaped me into who I am right now.
Titin juga.
Kapan kita bisa ketemu lagi ya, Tin?
Kayaknya kita sekarang udah so far apart, aku nggak tau gimana Indonesia bisa fit into your plan, dan aku belum tau kapan New York bisa fit into my plan.
Vitria juga, hiks.
Gak tau kenapa, tapi kok aku paling kangen denger your flirtatiousness ya?
Well ok, mungkin cerita-cerita para secret admirer yang selalu saja kacau itu.
Kayaknya kalo kita telpon-telponan, kita selalu mengakhiri kalimat satu sama lain dengan ketawa. Just talking to you is really fun.
Atas, still the sweetest girl that I have ever met, and I think that I will ever meet.
Gimana kabarmu sekarang?
Wish I could do more than that,
kayaknya kamu sendirian aja di sana menghadapi masalahmu?
Punyakah kamu teman berbagi?
Be tough ok.
Denny,
Aku sering mbayangin percakapan imajiner kita kalo kita ketemu deket-deket ini.
Or was it the old conversations that we had, and I rewind it again and again in my head?
That's how much I missed you, the reality and delusion melt into one.
I no longer know which is which.
Ina, Sandra, Dina, Dimas, Kuro juga. Kalian lagi pada ngapain sekarang?
Kapan ya kita semua bisa kumpul-kumpul lagi? Makan-makan pasta hasil urunan? Hasil masak gontok-gontokannya Prasma-Nina, dan pada menghindari tugas cuci piring afterwards :)
Atau menikmati the hazy summer afternoons di De Jaren.
Melihat serombongan turis.
Berbicara tentang hidup.
Terus keluar sampai tengah malam, or maybe more.
Baru bisa tidur jam 3 karena kepanasan.
Ternyata aku kangen juga ama summer, sama hari-harinya yang panjang, sore-sorenya yang indah waktu angin akhirnya datang, dan kita jadi kedinginan.
Entah kenapa aku lagi ngerasa tanpa teman sekarang.
Ngerasa young, inexperienced, ketinggalan, dan foolish.
Hiks.
Pada pulang dong :)
