Thursday, April 15, 2004 

What's So Funny About Peace, Love, and Understanding?

Sekitar setaun lebih yang lalu, aku pertama kali denger lagu itu dari Internet Radio-nya VH1. Waktu itu Amerika lagi sibuk mencari dukungan untuk menyerang Irak, aku lagi ngalamin quarter life crisis, atau burnout, atau 'going down with a flu', dan lagi ngerasa this urgent need to tell people the whole story of things, desperate to get people listening to the truth, and for the love of God, DO SOMETHING ABOUT IT!!!

Jadi ketika aku pertama kali denger lagu itu dari Elvis Costello, aku froze up for the next 15 minutes or so.
How true...
Aku ngerasa kayak pengen bilang gitu ke temen2ku yang selalu laugh about it.
What's so funny about peace, love, and understanding?

My cynic self would laugh at the title, tapi my true self bilang: "Hmm... bener ya... what's so funny about it?"

Dan sekarang, a little more than a year after that, aku masih aja stunned dgn kenyataan yang sedang terjadi. What, in the name of God, has the world coming to?

Di poin ini, aku ngerasa ada airmata swelling up, waiting to roll down my cheek.
Cry Baby?
Too sensitive?

Gara2 abis ngunjungin site-nya Michael Moore (mo nyari keterangan ttg kapan 'Fahrenheit 911' bakal muncul), trus mbaca imilnya beliau. Sekali lagi, Michael Moore telah berhasil membuat aku (hampir) menangis. Pertama kalinya ketika nonton 'Bowling for Columbine', ketika aku tau yang sebenernya ttg the nature of relationship antara Al Qaida dan Amerika, ketika aku melihat other acts of terrorrism yang waktu itu di-support oleh Amerika. Dan sekarang, ketika Michael Moore menulis jelas2 di websitenya ttg siapa sebenarnya orang2 yang dikirim ke Falluja dan mengalami perlakuan mengerikan itu.

Ketika aku pertama mendengar 'Security Contractor', pikirannya langsung mengarah ke... "oh.. ternyata it's already business as usual in Iraq. GWB udah memasukkan orang2 yang akan membangun bisnisnya di Irak". Tapi little did I know kalo ternyata mereka itu adalah... MERCENARIES atau SOLDIERS OF FORTUNE.

Aku enggak tau kenapa, tapi lagi-lagi, aku froze up, dan ngerasa ada sedikit airmata terkumpul. Mungkin rada merasa diboongin juga oleh media, apa yg terjadi sih sebenernya sampe media memakai this Orwellian lingo?

Dan jumlah orang2 yang pada disandera sekarang makin banyak.

Other than that, another setback in the Mid-Eastern peace process has happened. Again. Sementara Guardian menulis kalo the first Bush initiate the opposite thing than this Bush.

So again, people, what's so funny about peace, love, and understanding?

Tuesday, April 13, 2004 

Articles Round Up

Nge-round up artikel2 yang belum sempet dikomentarin lebih lanjut. (Ugh, bloody final dissertation!)

Keabisan Bacaan?
Kayaknya sejak mbaca 'High Fidelity' untuk kesekian kalinya dan nonton filmnya untuk kesekian kalinya juga, aku jadi rada terobsesi sama daftar deh... daftar buku yg dibaca, daftar film, daftar favorite moments, etc etc. Anyway, nemu artikel lewat Kinja, ada daftar2 books to read yang belum pernah ada sebelumnya. Tak simpen disini aja, biar bisa dibaca kapan2 lagi.

Ough, this is one great song!
('12:51'-nya The Strokes)

Ough again...
(followed by John Mayer's 'Clarity')

Citizen Kubrick
Everything by Stanley Kubrick never fails to amaze me. Kali ini, koleksi archive-nya seperti diberitakan The Guardian.

hmmm...kembali kerja :(

Thursday, April 08, 2004 

Cerita Lain ttg Pemilu

Kalau sebelumnya aku udah nulis ttg kebingungan memilih dari seseorang yang punya privilege dan terdaftar untuk memilih, ini ada cerita tentang orang2 yang tidak bisa mempraktekkan haknya untuk memilih di Pemilu 2004, namely: keluargaku.

Ceritanya berawal dari pas Hari-H Pemilu, aku nerima imil dari Rani, dia cerita "kita sekeluarga enggak pada ikut milih hari ini karena enggak dapet kartu tanda pemilih". Reaksi pertama cuma: LHO.. KOK BISA?

Setelah beberapa frantic sms kemudian untuk nyari tau kabar berita gimana itu bisa terjadi, akhirnya Rani online. Ternyata asalnya tuh dari kesalahpahaman. Aku, Mama, Rani, dan Papa masih tercatat di Kartu Keluarganya Eyang Uti di Berlan sementara kita punya KK sendiri di rumah Curug. Eyang ngira kalau mereka udah pada terdaftar di rumah Curug, sementara Mama ngira kalau Eyang udah otomatis ndaftarin kita sebagai pemilih di Berlan. Mama udah ngusahain ke Kelurahan utk ndaftar di Curug, tapi ternyata tetep aja enggak bisa karena udah telat. Ya sudahlah, nasi sudah menjadi bubur. Seperti katanya Aa' Gym, tinggal ditambahin seledri, kecap, ayam, bawang goreng, jadilah bubur ayam. Make the best of the situation..

Tapi... pas mbaca2 di Blognya Pemilu 2004, ternyata cukup banyak juga orang yang enggak milih taun ini, ada juga yang ceritanya karena enggak sempet dapet kartu tanda pemilih karena telat ndaftar, a little bit like my family, I guess.

Ya sekedar nulis aja...

Wednesday, April 07, 2004 

Pemilu oh Pemilu

Waduh.. sempet deg2an juga nih menghadapi Pemilu 2004 karena jujur aja, ini baru Pemilu-ku yang pertama. Pas Pemilu 99 dulu itu, aku masih dibawah umur walopun rada mepet bawah umurnya. Aku inget banget waktu itu aku pengen banget vote and make a difference, yah waktu itu kan semangat reformasi lagi menyala-nyala, semangat bahwa "even we can make a difference!" dan saat itu sih, siapa coba yang enggak mau membawa perubahan?

Dari Pemilu 99 itu aku mendapat kesan kalo memilih dalam Pemilu itu adalah suatu tugas yang lumayan gampang. Siapa sih yang enggak tau apa yang mau mereka pilih? In a heartbeat, orang2 pasti langsung pada bisa ngasih tau pilihan mereka, kalo itu tidak rahasia, heheh.. Tapi ketika menghadapi Pemilu beneran taun ini, kok susah juga ya milih itu..

ngopi-paste dari imil yang tak kirim ke temen bercerita ttg hal yang sama:

"bermula dari hari jumat kemaren, dapet kiriman amplop dari PPLN (Panitia Pemilihan Luar Negeri) yang cukup tebal juga. isinya tentu aja bukan uang, tapi kartu suara yang ternyata... glodak... segede koran gitu.. isinya ada dua amplop, surat instruksi, kartu pemilih, dan kartu suaranya sendiri. langsung dibuka, eh ternyata suara kita bakal dikirim utk dprd dki jakarta. tak pikir itu cuman buat aku aja krn tinggalnya di indonesia di jakarta, tapi ternyata temen2 lain yang rumahnya pada di surabaya atau malang juga pada dapet utk dprd dki jakarta. hmm pas mbaca imilnya makhfud jadi syohok, asalnya tak pikir cuman dikasih 2 kertas suara aja, tapi ternyata ada 4, sementara kita cuman dapet satu.

karena metode yg dipilih lewat pos, jadinya kita masih punya waktu lebih sampe hari kamis nanti. kertas suaranya harus sampe di den haag tgl 9 april atau tercatat cap posnya 9 april. lha tapi trus mo milih sapa ya?

kalau masalah milih apa sih, udah ketauan, cuman trus pas mbaca nama2 yang ada di bawah lambang partainya 'kok enggak ada yang pernah kedengeran?'. tak pikir tokoh2 gede yang mo tak pilih pada tinggal di jakarta, dus tercatat disitu. ternyata enggak ya? jadi gimana dong? ada sih nama2 familiar, hidayat nur wahid di no.1nya pks, fahmi idris di no.1nya golkar, marzuki usman di no.1nya pkb, lha tapi mereka gk nyalonin calon presiden yang tak pengenin dan katanya lagi, partai yg mo ngajuin calon presiden harus mencapai sejenis electoral threshold, klo gk sampe.. jadi enggak bisa ngajuin capres. (iya gk?)

masalah bingung2 ternyata enggak melanda aku aja, tapi juga temen2 yang lain. ngobrol lewat msn, jadi ketauan klo temen2 di tempat prasma pada sama2 menggelar kartu suara, diskusi secara terbuka enaknya mo milih apa dan siapa. jayus gk sih?

sementara kita sendiri masih bingung mo milih apa, kok ya masih sempet ada titipan himbauan dari 'eyang kung'-nya temenku nat (krn calegnya temennya eyang kakungnya) dan 'mamah'-nya nina untuk memilih partai2 tertentu.

hmm.. dari situ jadi berpikir, waduh.. dulu aku ngiranya nyoblos itu gampang. dateng, ndaftar, ngantri, nyoblos, nyemplungin kartu suara, nyelupin jari, done! ternyata, wah kok banyak juga ya yang harus dipertimbangkan? beda ternyata ama milih finalis 'idols' yang mana yang mau di-vote, huehehehehhe...

kategorinya jadi gimana nih? sambil procrastinating, bengong ngeliatin kartu suara itu, eh tiba2 jadi inget cerita ttg sebuah iklan layanan masyarakat yang ditayangin di indonesia yg isinya pilihlah caleg perempuan atau partai yang punya program2 mensejahterakan kaum perempuan. hmm.. logis juga yah klo dipikir-pikir.

bukan maksudnya sok nge-feminis atau gimana, tapi coba.. klo dipikir-pikir, jumlah perempuan di indonesia kan huakeh, pas pemilu taun 99 aja tercatat suara pemilih perempuan sampai 47% (atau 51% ya?) tapi kenapa perwakilannya di pemerintahan masih sedikit? wajar dan logis dong klo misalnya dengan banyaknya jumlah perempuan di indonesia, jumlah perwakilannya di parlemen pun makin sebanding. hmm klo gini jadi kerasa lebih gampang dan lewat proses eliminasi, ternyata ada juga caleg yang memenuhi kriteria. bismillah, moga2 pilihannya benar.

huehehhehe.. jadi gak sabar pas pemilihan presiden nanti"

About me

  • I'm Nari
  • From Jakarta, Indonesia
  • See my main blog: http://penarimungil.blogdrive.com.
My profile
Name :
Web URL :
Message :
smileys
Powered by Blogger
and Blogger Templates